Pages

Sabtu, 18 Januari 2014

Berkumandangnya Adzan

(Riwayat : Anas r.a, Abu Dawud, Al Bukhari)
Seiring dengan berlalunya waktu, para pemeluk agama Islam yang semula sedikit, bukannya semakin surut jumlahnya tetapi semakin membludak. Salah satu alasannya yaitu kebenaran. Memang kebenaran tidak dapat dimusnahkan. Betapa hebatnya perjuangan yang harus dihadapi untuk menegakkan syiar agama ini agar tidak membuatnya musnah. Ketika orang-orang Islam masih sedikit jumlahnya, tidaklah sulit bagi mereka untuk bisa berkumpul bersama-sama untuk menunaikan sholat berjama` ah. Kini hal itu tidak mudah lagi, mengingat banyaknya umat yang tentu saja mempunyai ragam kesibukan yang berbeda. Kesibukan inilah yang mempunyai potensi terhadap kealpaan ataupun kelalaian pada masing-masing orang untuk menunaikan sholat tepat pada waktunya. Kalau hal ini terjadi terus-menerus dan berulang, maka bisa dipikirkan bagaimana jadinya para umat Islam. Ini adalah satu persoalan yang cukup berat yang perlu dicarikan jalan keluarnya.
Pada masa itu, memang belum ada cara yang tepat untuk memanggil orang agar menyegerakan melakukan sholat. Orang-orang biasanya berkumpul di masjid menurut waktu dan kesempatan yang dimilikinya. Bila sudah banyak orang  berkumpul barulah sholat jama’ah dimulai.



Ada banyak pemikiran yang diusulkan. Ada sahabat yang menyarankan bahwa tiba waktu sholat, maka segera dinyalakan api pada tempat yang tinggi dimana orang-orang dengan mudah melihat ketempat itu, atau setidak-tidaknya asapnya bisa dilihat orang walaupun ia berada ditempat yang jauh. Ada yang menyarankan untuk membunyikan lonceng, atau meniup tanduk kambing. Tapi banyak sahabat yang kurang setuju bahkan ada yang terang-terangan menolaknya. Alasannya sederhana yaitu cara lama yang biasanya telah dipraktekkan oleh kaum Yahudi. Banyak sahabat yang mengkhawatirkan image yang bisa timbul bila cara-cara dari kaum kafir digunakan. Maka disepakatilah untuk mencari cara lain. Lalu Umar r.a mengusulkan bagaimana ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim untuk sholat pada setiap masuknya waktu sholat. Saran ini agaknya bisa diterima oleh semua orang, Rasulullah SAW juga menyetujuinya. Sekarang yang menjadi persoalan bagaimana itu bisa dilakukan ?
 Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid r.a meriwayatkan sbb :
"Suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia bermaksud untuk menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja. Orang tersebut malah bertanya, " Untuk apa?” Aku menjawabnya, "Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat." Orang itu berkata lagi, "Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?" Dan aku menjawab " Ya!" Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang , "Allahu Akbar, Allahu Akbar.."
Ketika esoknya beliau segera menemui Rasulullah SAW dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau.  Dan beliau berkata, "Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping  Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan lafadz seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang."
Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar r.a, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah SAW . Rasulullah bersyukur kepada Allah SWT atas semua ini dan telah ditemukan solusinya agar umat Muslim bisa berkumpul untuk melaksanakan sholat tepat pada waktunya.



Sumber : Al-Islam Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia, dengan sedikit perubahan.

0 komentar:

Posting Komentar