Disadarai atau tidak,
manusia lahir ke dunia ini tanpa mengetahui apa-apa. Manusia hanya dibekali
potensi diri, misalnya pancaindra, hati nurani, dan akal. Beberapa potensi
tersebut berfungsi secara bertahap sesuai dengan pelatihan dan pemanfaatannya.
Semakin manusia dapat memaksimalkan potensi dirinya, semakin pandailah ia.
Semakin manusia menjadi pandai, semakin kreatif dan produktif dalam mengolah
sumber daya alam yang disediakan oleh Allah SWT, sehingga hidupnya semakin
sejahtera. Karena itu, umat Muslim harus pandai agar dapat sejahtera dan
bahagia.
Nih. .teman-teman aku punya
percakapan singkat antara raja dengan patihnya. Semoga dari percakapan ini
kalian bisa mengambil hikmah yang terkandung yaw.
Dalam suatu kesempatan,
seorang raja bertanya kepada patihnya:
“diantara sekian banyak karunia Allah kepada manusia,
apakah yang paling baik?”
“akal, tuan raja. Sebab, dengan perantara akal
orang bisa hidup bahagia dengan mudah.” Jawab patih.
“jika tidak punya akal tersebut, lalu apa?”tanya seorang raja.
“uang, sebab uang dapat digunakan untuk
menutupi kebodohan seseorang. Manusia meskipun bodoh jika dia kaya orang-orang
masih menghormatinya.” jawab sang patih.
“bagaimana jika uang pun tidak punya?” tanya raja kembali.
“lebih baik mati,” jawab patih ketus.
“kenapa begitu?” tanya raja.
“habis apa artinya manusia hidup di dunia
dalam keadaan bodoh dan miskin selama-lamanya. Tidakkah
lebih baik mati saja. Sebab dengan demikian dia terbebas dari segala cemooh
orang lain dan segala macam penderitaan,” jawab sang patih.
Gimana
udah bisa mengambil hikmah yang terkandung? Semoga bermanfaat untuk kehidupan
kita yang lebih baik.


0 komentar:
Posting Komentar