Pages

Sabtu, 18 Januari 2014

Semut yang Mendapatkan Petunjuk

Apa yang kalian pikirkan tentang semut?
Yapz. .makhluk ciptaan Allah yang mungil, yang suka menggerogoti makanan atau mencicipi minuman segar yang kita simpan atau siap untuk dihidangkan. Dengan aktifitas semut ini, sebagian kita menganggap mereka makhluk yang selalu menyusahkan. Barangkali juga di antara kita menganggap remeh makhluk Alloh yang satu ini. Dengan berbagai aktivitas semut seperti itu, pernahkah kita menyadari bahwa semut terkadang lebih baik daripada segolongan manusia?
Mungkin kalian bertanya-tanya dan sebagian ada yang menentang perkataan ini bahkan ada yang menyatakan: “Manusia adalah makhluk Alloh Subhanallohu wa Ta’ala yang paling baik di dunia ini diantara berbagai makhluk Alloh yang lainnya apalagi jika dibandingkan dengan sekelompok semut”.

Nah.. pengen tau apa penyebabnya?biar segudang pertanyaan dan kegundahan hati kalian bisa terjawab, marilah kita perhatikan kisah berikut.

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu anhu , Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada salah seorang Nabi yang singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Lalu ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu ia menyuruh untuk membakar tempat tinggal semut tersebut. Kemudian Alloh menanyakan kepadanya “Apakah hanya karena gigitan seekor semut engkau membakar satu umat yang senantiasa bertasbih, mengapa tidak satu semut saja yang engkau bunuh?”” (Shahih, HR. Bukhori dan yang lainnya)

Dalam kisah yang lainnya juga diceritakan: Ahmad menceritakan, bahwa Waki’ memberitahukan kami, Mus’ir memberitahu kami, dari Zaid Al-Ami, dari Abu Shadiq Al-Naji. Dia bercerita, yang artinya:“Sulaiman bin Dawud pernah hendak pergi mencari air (maksudnya: Sholat istisqa’, meminta hujan kepada Alloh Subhanallohu wa Ta’ala), lalu ia melihat seekor semut dengan bersandar ke punggungnya dan mengangkat kedua kaki depannya ke langit mengucapkan: “Sesungguhnya kami adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhluk Mu, kami sangat butuh siraman dan rezeki Mu. Baik Engkau akan mengucurkan air dan rezeki kepada kami atau membinasakan kami. Kemudian Sulaiman bertutur (kepada kaumnya): “Kembalilah pulang, kalian akan diberi air (hujan) melalui doa dari makhluk selain kalian.” (HR. Imam Ahmad)

Subhanalloh.. dari kisah tadi dapat dipetik hikmahnya bahwa Alloh telah memberi petunjuk kepada semut untuk senantiasa bertasbih kepada Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Ketika semut membutuhkan bantuan dan pertolongan, ia meminta kepada Alloh semata, lalu bagaimana dengan kita yang merupakan makhluk yang paling baik yang telah diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala? Kita senantiasa melupakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala karena terlena dengan kenikmatan dunia, gemerlapnya dunia dan  jarang berdo’a kepada-Nya dan bersyukur atas semua karunia yang telah dilimpahkan kepada kita. Sebagian besar diantara kita masih ada saja  yang menyekutukan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala dengan meminta bantuan kepada Jin, tukang sihir, paranormal, kyai, orang yang telah meninggal, ataupun datang ke tempat-tempat yang dianggap Keramat. Bahkan ketika tertimpa musibah bencana alam, diantara kita pun masih juga melakukan ritual-ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam serta menyekutukan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala.
Hendaknya kita sebagai manusia merasa malu kepada semut yang selama ini kita anggap sepele. Semut senantiasa bertasbih kepada Allah, sedangkan kita tidak? Kita di dunia ini sering tergoda bujuk rayuan syaiton dan hawa nafsu kita sendiri. Seharusnya kita sebagai makhluk Allah yang lebih sempurna yang diberi akal pikiran merasa malu dihadapan Sang Khalik.
Semoga kisah diatas dapat diambil hikmahnya dan jangan sekali-kali membunuh semut yang juga ciptaan Allah Subhanallohu wa Ta’ala.


(Sumber Rujukan: Syifa’ul ‘Alil Fii Masaaili Qadha’ Wal Qodar Wal Hikmah Wat Ta’lil, Karya Al Imam Asy Syaikh Ibnul Qoyyim)
Disalin dari: Arsip Moslem Blogs dan sumber artikel dari Media Muslim Info dengan sedikit perubahan.

0 komentar:

Posting Komentar